Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Gurame Secara Konvensional Bagi Pemula
Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Gurame Secara Konvensional Bagi Pemula – Gurami atau Gurame (Osphronemus goramy) adalah jenis ikan air tawar yang disenangi dan terkenal selaku ikan konsumsi di Asia utamanya Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ikan Gurame memiliki tubuh yang pipih dan lebar, serta memuliki moncong yang runcing pada dikala masih muda.
Karena peminat dan harga gurame pun relatif lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan tawar konsumsi lainnya. Kini banyak orang yang mulai membudidayakan ikan gurame ini. Nah kali ini kita akan membahas ihwal cara budidaya ikan gurame secara konvensional:
Cara Budidaya Ikan Gurame Secara Konvensional Bagi Pemula
Pemilihan Indukan Ikan Gurame
Indukan ikan gurame peliharaan yang siap dipijahkan yaitu yang berumur umur 3-7 tahun. Cara membedakan indukan jantan dan betina ikan gurame mampu dibedakan berdasarkan ciri-cirinya yakni:
Ciri-ciri induk betina ikan gurame, diantaranya adalah:
- Di dahi tidak terdapat tonjolan/cula.
- Warna tubuh lebih jelas.
- Dasar sirip dada berwarna gelap atau kehitaman.
- Perut membulat.
- Badan relatif Panjang.
Ciri-ciri induk jantan ikan gurame, diantaranya adalah:
- Di dahi terdapat tonjolan/cula.
- Warna badan lebih gelap dan agak pucat.
- Gerakan lebih lincah.
- Perut erat anus.
Sedangkan ciri-ciri ikan gurame yang telah matang gonad atau siap dipijahkan diantaranya adalah:
- Perut membengkak kearah belakang.
- Anus nampak putih kemerahan.
- Perut terasa lebih lembek kalau diraba.
Persiapan Kolam Pemijahan Ikan Gurame
- Pengeringan dan pencucian dasar bak (baik jenis kolam konvensional maupun terpal)
- Pengisian air kolam.
- Pemasangan sarang atau sosog dan menyediakan materi pembuat sarang.
Proses Pemijahan Ikan gurame peliharaan
Berikut cara mengawinkan atau cara memijahkan ikan gurami:
Masukkan induk ikan gurame peliharaan yang telah lolos seleksi ke dalam kolam pemijahan dengan jumlah ikan gurami jantan dan betina berbanding 1:3. Secara alami, induk jantan akan menciptakan sarang memakai material yang telah disiapkan. Pembuatan sarang berjalan selama 15 hari. Setelah sarang siap, maka indukan jantan akan mengajak indukan betina untuk melakukan pemijahan disarang yang telah dibuat.
Setelah pemijahan selesai dikerjakan, induk betina menutup lubang sarang dengan ijuk atau rumputan kering. Induk betina bertugas mempertahankan anaknya dengan mengipas-ngipaskankan siripnya kearah sarang. Tujuannya mampu memajukan kadar oksigen yang larut didalam air dan untuk membantu menetaskan telur ikan gurame peliharaan.
Indukan jantan kembali membuat sarang untuk berikutnya melaksanakan pemijahan dengan betina yang lain.
Penanganan Telur Ikan Gurame
Cara untuk mengetahui telur ikan yang siap untuk ditetaskan mempunyai ciri wangi wangi dan adanya minyak sempurna di atas sarang pemijahan. Berikut ini langkah penanganan telur ikan gurame peliharaan, diantaranya:
Ambil sarang yang berisi telur dan simpan pada ember berisi air. Lalu bersihkan telur yang tersisa menggunakan scoop net atau serok. Pisahkan antara telur dan sarangnya, lalu masukkan kedalam ember yang berlawanan. Setelah itu, basuh telur sampai higienis.
Pada ketika mencuci, tambahkan embel-embel cair organik spesialis kolam tambak & keramba untuk menangkal serangan hama penyakit. Masukkan telur yang telah dicuci kedalam kolam penetasan yang telah dipasangi seresi dan hitter.
Pemeliharaan dan Penetasan Ikan Gurame
Telur akan menetas pada hari ke 2-3 setelah pemijahan. Usahakan telur menetas pada air yang bersih dan suhu air stabil antara 27-28 derajat celcius. Biarkan benih ikan gurame peliharaan berada pada bak penetasan hingga berumur 10 hari. Setelah benih berumur 11 hari, pindahkan ke dalam kolam pendederan pertama.
Demikian artikel pembahasan perihal “Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Gurame Secara Konvensional Bagi Pemula“, biar bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai Jumpa
Comments
Post a Comment